@cMA

Di era digital, kita bukan hanya sekadar pengguna teknologi, tetapi juga pencipta masa depan. Manfaatkan teknologi dengan bijak, dan ciptakan dampak positif untuk generasi mendatang.

Kamis, 29 Januari 2026

MATERI NAHWU (ILMU TATA BAHASA ARAB)

 

1. Pengertian Nahwu

Nahwu adalah ilmu yang mempelajari kedudukan kata dalam kalimat bahasa Arab serta perubahan harakat akhirnya (i‘rab), baik berubah maupun tetap.

Tujuan mempelajari nahwu:

  • Mengetahui fungsi kata dalam kalimat

  • Membaca kitab Arab tanpa harakat

  • Memahami makna kalimat dengan benar

  • Menghindari kesalahan dalam berbahasa Arab


2. Pembagian Kata dalam Bahasa Arab (أقسام الكلمة)

Kata dalam bahasa Arab terbagi menjadi 3:

  1. Isim (اسم) → kata benda
    Contoh:

    • رجلٌ (seorang laki-laki)

    • كتابٌ (buku)

  2. Fi‘il (فعل) → kata kerja
    Contoh:

    • كتبَ (telah menulis)

    • يكتبُ (sedang menulis)

  3. Harf (حرف) → kata tugas/penghubung
    Contoh:

    • في (di)

    • من (dari)


3. Kalimat dalam Bahasa Arab

Kalimat (جملة) terbagi menjadi dua:

a. Jumlah Ismiyyah (جملة اسمية)

Kalimat yang diawali isim.

Rumus:

  • مبتدأ (Mubtada’) → subjek

  • خبر (Khabar) → predikat

Contoh:

  • الطالبُ مجتهدٌ
    (Murid itu rajin)


b. Jumlah Fi‘liyyah (جملة فعلية)

Kalimat yang diawali fi‘il.

Rumus:

  • فعل (fi‘il) → kata kerja

  • فاعل (fa‘il) → pelaku

Contoh:

  • كتبَ الطالبُ
    (Murid telah menulis)


4. I‘rab (إعراب)

I‘rab adalah perubahan harakat akhir kata sesuai kedudukannya dalam kalimat.

Macam-macam I‘rab:

  1. Rafa‘ (رفع) → ḍammah (ُ)

  2. Nashab (نصب) → fathah (َ)

  3. Jar (جر) → kasrah (ِ)

  4. Jazm (جزم) → sukun (ْ)


5. Isim Marfu‘at (اسم مرفوعات)

Isim yang berharakat rafa‘:

  1. Mubtada’
    Contoh:

    • اللهُ غفورٌ

  2. Khabar
    Contoh:

    • الطالبُ ذكيٌّ

  3. Fa‘il (pelaku)
    Contoh:

    • حضرَ المعلمُ


6. Isim Manshubat (اسم منصوبات)

Isim yang berharakat nashab:

  1. Maf‘ul bih (objek)
    Contoh:

    • قرأَ الطالبُ الكتابَ

  2. Hal (keterangan keadaan)
    Contoh:

    • جاءَ الطالبُ مسرورًا


7. Isim Majrurat (اسم مجرورات)

Isim yang berharakat jar:

  1. Karena huruf jar
    Contoh:

    • في المسجدِ

  2. Karena idhafah
    Contoh:

    • كتابُ الطالبِ


8. Fi‘il (Kata Kerja)

Jenis fi‘il:

  1. Fi‘il Madhi (lampau)

    • كتبَ

  2. Fi‘il Mudhari‘ (sekarang/akan)

    • يكتبُ

  3. Fi‘il Amr (perintah)

    • اكتبْ


9. Penutup

Ilmu nahwu sangat penting untuk memahami Al-Qur’an, Hadis, dan kitab-kitab klasik. Dengan menguasai nahwu, seseorang dapat memahami makna bahasa Arab secara tepat dan mendalam.

Sejarah Islam di Indonesia

 

1. Awal Masuknya Islam ke Indonesia

Islam masuk ke Indonesia secara bertahap dan damai, bukan melalui penaklukan militer. Para sejarawan umumnya sepakat bahwa Islam mulai masuk sekitar abad ke-7 hingga abad ke-13 M, meskipun perkembangannya pesat pada abad ke-13.

Teori masuknya Islam ke Indonesia:

  1. Teori Gujarat
    Islam dibawa oleh pedagang Muslim dari Gujarat (India) sekitar abad ke-13. Bukti pendukungnya adalah bentuk batu nisan Sultan Malik as-Saleh di Samudera Pasai.

  2. Teori Makkah (Arab)
    Islam langsung dibawa oleh pedagang Arab sejak abad ke-7. Teori ini didukung oleh catatan hubungan dagang Arab–Nusantara dan kesamaan mazhab Syafi’i.

  3. Teori Persia
    Islam datang melalui Persia, terlihat dari tradisi seperti peringatan Asyura (Tabut/Tabuik) di Sumatra Barat.


2. Proses Penyebaran Islam

Islam berkembang pesat karena metode penyebarannya yang adaptif dan akomodatif terhadap budaya lokal.

Saluran penyebaran Islam:

  • Perdagangan: Pedagang Muslim berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal.

  • Perkawinan: Pedagang Muslim menikah dengan penduduk setempat.

  • Pendidikan: Melalui pesantren dan pengajian.

  • Tasawuf: Ajaran sufistik mudah diterima masyarakat.

  • Kesenian dan budaya: Wayang, gamelan, dan sastra.

  • Politik: Raja yang masuk Islam diikuti rakyatnya.


3. Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia

Beberapa kerajaan Islam berperan besar dalam penyebaran Islam:

a. Samudera Pasai (Aceh)

  • Kerajaan Islam pertama di Indonesia (abad ke-13).

  • Raja terkenal: Sultan Malik as-Saleh.

  • Pusat perdagangan dan dakwah Islam.

b. Kesultanan Malaka

  • Pusat perdagangan internasional dan penyebaran Islam di Asia Tenggara.

c. Kesultanan Aceh Darussalam

  • Berkembang pesat pada masa Sultan Iskandar Muda.

  • Menjadi pusat keilmuan Islam.

d. Kerajaan Demak (Jawa)

  • Kerajaan Islam pertama di Jawa.

  • Tokoh penting: Raden Patah.

  • Didukung oleh Wali Songo.

e. Kerajaan Islam lainnya

  • Banten, Mataram Islam, Ternate, Tidore, Gowa-Tallo.


4. Peran Wali Songo

Wali Songo adalah sembilan ulama yang berjasa menyebarkan Islam di Jawa pada abad ke-15–16.

Peran mereka antara lain:

  • Menggunakan pendekatan budaya (wayang, seni, tradisi).

  • Mendirikan masjid dan pesantren.

  • Menjadi penasehat kerajaan.

  • Mengislamkan masyarakat tanpa paksaan.


5. Islam pada Masa Kolonial

Pada masa penjajahan Portugis dan Belanda:

  • Islam menjadi sumber perlawanan terhadap penjajah.

  • Ulama dan pesantren berperan besar dalam menjaga identitas umat.

  • Muncul tokoh perlawanan seperti Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, dan Teuku Umar.


6. Perkembangan Islam di Indonesia Modern

  • Awal abad ke-20 muncul organisasi Islam seperti Muhammadiyah (1912) dan Nahdlatul Ulama (1926).

  • Islam berperan dalam perjuangan kemerdekaan.

  • Setelah kemerdekaan, Islam berkembang dalam bidang pendidikan, sosial, politik, dan budaya.

  • Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.


7. Kesimpulan

Islam di Indonesia berkembang melalui proses yang damai, bertahap, dan menyesuaikan dengan budaya lokal. Perpaduan antara ajaran Islam dan tradisi Nusantara membentuk karakter Islam Indonesia yang moderat, toleran, dan beragam.

MATERI NAHWU (ILMU TATA BAHASA ARAB)

  1. Pengertian Nahwu Nahwu adalah ilmu yang mempelajari kedudukan kata dalam kalimat bahasa Arab serta perubahan harakat akhirnya (i‘rab...